Sistem Penamaan File Folder di Linux Memang Case Sensitive

SOCIALIZE IT ⇨
Sistem Penamaan File Folder di Linux Memang Case Sensitive. Secara teknis, Linux adalah nama kernel sebuah sistem operasi yang sangat penting karena keberadaan kernel bisa membuat OS bisa berjalan.

Sumber dari Wikipedia mengatakan bahwa Linux merupakan salah satu contoh hasil pengembangan perangkat lunak bebas dan sumber terbuka utama. Seperti perangkat lunak bebas dan sumber terbuka lainnya pada umumnya, kode sumber Linux dapat dimodifikasi, digunakan dan didistribusikan kembali secara bebas oleh siapa saja.

Sistem operasi Linux yang dikenal dengan istilah distribusi Linux (Linux distribution) atau distro Linux umumnya sudah termasuk perangkat-perangkat lunak pendukung seperti server web, bahasa pemrograman, basisdata, tampilan desktop (desktop environment) seperti GNOME,KDE, Xfce dan Cinnamon.

Pada gambar berikut ini bisa dilihat bagaimana sistem penamaan file dan folder Linux. Sebagai contoh VPS WP akan berbeda dengan VPS Wp, VPS wp, atau nama lain kombinasi huruf besar dan kecil lainnya.

linux-filename-case-sensitive.png

Dilihat dari sistem penamaan nama file (file name) juga folder di Linux, terdapat beberapa hal penting yang wajib diketahui yaitu sebagai berikut :
  1. File name di Linux yang diawali dengan tanda titik ( . ) artinya file tersebut di-hidden. File yang disembunyikan ini bisa ditampilkan dan disembunyikan kembali dengan kombinasi tombol keyboard Ctrl+H. Jika kita ingin menampilkan filename melalui terminal, kita cukup mengetikkan ls hasilnya akan menampilkan semua daftar nama file yang tidak di-hidden. Untuk menampilkan folder ataupun file yang disembunyikan melalui terminal kita cukup mengetikkan di terminal ls -a yang artinya menampilkan list directory secara keseluruhan.
  2. Filename dan command yang dimasukkan ke dalam terminal bersifat CASE SENSITIVE artinya jika kita mengetikkan "Sudo" dengan "sudo" akan berbeda hasilnya.
  3. Linux tidak mengenal konsep ekstensi sebuah file. Aplikasi Linux -lah yang mendeteksi dan mengenal file yang kita buat. Jika kita ingin mengubah ekstensi sebuah file di Linux, kita cukup menyetting agar ekstensinya terlihat dan kita cukup mengganti ekstensinya saja.
  4. Meskipun Linux mendukung penamaan karakter yang panjang dan mendukung penggunaan punctuasi tanda baca, batasilah penggunaan tanda baca tersebut. Gunakan under score sebagai ganti spasi, hal ini akan berguna ketika kita melakukan perintah melalui terminal.

0 komentar:

Posting Komentar